
Raffi Ahmad Tidak Akan Melaporkan Pandji Pragiwaksono
Raffi Ahmad menyatakan bahwa dirinya tidak akan melaporkan Pandji Pragiwaksono terkait tuduhan pencucian uang. Hal ini disampaikan setelah Pandji menyinggung Raffi dalam materi stand-up comedy-nya yang berjudul Mens Rea. Dalam acara tersebut, Pandji menyebut bahwa ada seorang jenderal polisi yang memiliki bisnis narkoba dan memperoleh uang senilai Rp 100 miliar. Ia juga menyebut bahwa uang tersebut kemudian "diputar" atau dicuci, hingga akhirnya mengarah ke Raffi Ahmad.
Menurut Pandji, Raffi diduga menjadi tempat pencucian uang dari beberapa oknum yang dibahas dalam materi Mens Rea. Namun, Raffi Ahmad merespons dengan santai. Ia mengatakan bahwa ia sudah terbiasa diberi sindiran oleh Pandji dalam pertunjukan tersebut.
"Ah, saya udah biasa digituin (disenggol), biasa aja," kata Raffi ketika ditemui di sela acara Pocari Sweat Run, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mempermasalahkan lebih jauh soal materi Mens Rea yang sempat membuat heboh. "Engga, engga kesana (laporan polisi)," ujarnya.
Gibran Rakabuming Raka Juga Santai Disindir Pandji
Selain Raffi Ahmad, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka juga pernah disindir oleh Pandji dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix beberapa waktu lalu. Dalam acara tersebut, Pandji menyebut wajah Gibran terlihat seperti orang mengantuk. Sindiran itu menjadi salah satu momen yang ramai dibicarakan dan memicu pro-kontra di publik.
Beberapa pihak mengkritik materi tersebut, sementara tokoh lain menilai itu bukan penghinaan keras, hanya candaan biasa dalam konteks komedi. Akibat roastingan itu, Pandji sempat menjadi bulan-bulanan pendukung Gibran karena dianggap menyerang secara fisik. Namun, Gibran menunjukkan sikap berbeda dengan pendukungnya.
Gibran mengaku tidak mempermasalahkan roastingan Pandji. Ia hanya menganggapnya sebagai candaan semata. Malahan, ia menyebut candaan itu tidak ada apa-apanya ketimbang candaan duo komika Coki Pardede dan Tretan Muslim.
Perbandingan Candaan yang Lebih Parah
Dalam perbincangan santai dengan Coki dan Tretan Muslim yang tayang di channel YouTube TretanUniverse pada Minggu (18/1/2026), Gibran mengungkapkan bahwa candaan Coki-Muslim jauh lebih parah. Hal itu terungkap ketika Gibran memberikan ucapan selamat kepada Pandji lantaran Mens Rea sempat berada di puncak teratas di Netflix Indonesia. Acara itu pun mengalahkan serial populer seperti Jujutsu Kaisen dan Stranger Things.
Coki kemudian menyinggung mengenai kontroversi yang muncul belakangan ini terkait Mens Rea. Pandji, kata Coki, sempat menyinggung fisik Gibran di acara tersebut. Gibran menjawab dengan santai, "Ya enggak apa-apa, buat lucu-lucuan aja. Santai."
Tretan Muslim ikut menimpali soal candaan tersebut. "Dibilang ngantuk," ujar Tretan. "Ya enggak apa-apa, santai," jawab Gibran kembali. Tretan pun bertanya dengan bercanda kepada Gibran apakah dirinya memang sebenarnya kerap mengantuk. Gibran menjelaskan bahwa bentuk matanya memang seperti itu sejak lahir.
Kasus Pengaduan Terhadap Pandji Pragiwaksono
Sebelumnya, Polda Metro Jaya bakal meminta keterangan ahli terkait laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono (PW) soal dugaan penghasutan dan penistaan agama. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyampaikan penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap para pelapor.
“Sehubungan dengan pelaporan terhadap saudara P, hari ini (Senin, 12 Januari 2026), kami jadwalkan melakukan pengambilan keterangan terhadap para pelapor. Kemudian kami juga terus melakukan permintaan keterangan dengan para ahli,” kata Iman, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).
Keterangan ahli dibutuhkan guna menentukan batasan antara kebebasan berekspresi, seni di ruang publik, dan ketentuan pidana. “Bagaimana mengkonstruksikan batasan-batasan sejauh mana sebuah kebebasan berekspresi itu, seni itu di ruang publik, dengan ketentuan-ketentuan pidana yang mengatur di dalam setiap sendi kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Itu terus kami lakukan, sehingga kami bisa menjaga profesionalitas, proporsionalitas, dan keberimbangan,” kata dia.
Post a Comment Blogger Facebook