Warga Deli Tua Terkejut, Keluarga Tewas Tertabrak Kereta Api di Tebingtinggi

Peristiwa Tragis yang Merenggut Nyawa 9 Orang di Jalan Abdul Hamid

Rabu, 21 Januari 2026, malam hari, suasana di rumah Arma terasa biasa seperti biasanya. Setelah shalat magrib, ia dan beberapa anggota keluarganya sedang bersantai di dalam rumah. Di Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, orang-orang lalu lalang dengan sepeda motor maupun berjalan kaki.

Tiba-tiba, dari balik tembok, Arma mendengar suara orang berkumpul di depan rumahnya. Mereka berbisik-bisik dengan penuh rasa cemas. Karena penasaran, Arma keluar dan bertanya mengapa mereka berkumpul. Dari sana, ia mendapat kabar bahwa tetangganya yang tinggal di sebelah mengalami kecelakaan tragis.

Mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP yang ditumpangi oleh tetangganya tertabrak kereta api di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, sekira pukul 18:30 WIB. Meskipun sudah mengetahui kecelakaan tersebut, Arma dan warga lainnya belum mendapatkan informasi pasti tentang nasib korban.

Beberapa saat kemudian, Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi, datang untuk memastikan alamat warganya. Rupanya, empat orang tetangga Arma, yaitu Zahara (80), dua anaknya Zaitun dan Daratul Laila, serta seorang anak usia 7 tahun, anak dari Laila, tewas. Warga yang berkumpul langsung syok karena peristiwa ini merenggut nyawa sembilan orang.

Warga pun segera bergegas mendirikan tenda serikat tolong menolong (STM) menyambut empat jenazah yang tiba sekitar pukul 03:00 WIB dini hari. "Jam 3 an, tadi pagi jenazah nyampe sini. Kami tetangga kaget dapat kabar kecelakaan ini," kata Arma, ditemui di rumahnya, Kamis (22/1/2026).

Arma menjelaskan, tetangganya itu berangkat dari Deli Tua ke Kabupaten Batu Bara untuk menghadiri undangan keluarga yang sedang pesta. Mereka menumpang mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP yang dikemudikan oleh Kadir Al Zailani. Setelah pulang dari undangan, mereka ingin menjenguk adik dari Zahara di Kota Tebingtinggi. Namun, sebelum sampai ke rumah yang ingin dijenguk, mobil mereka tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang.

"Kejadiannya jam 7 malam, mereka undangan ke batubara, mau singgah ke Tebing lihat saudaranya sakit. Rupanya itulah kejadiannya pas di tebing itu."

Para tetangganya yang meninggal akibat kecelakaan dikenal baik dan akrab dengan warga sekitar. Mereka dikenal sebagai keluarga agamis yang memiliki ketokohan. Zahara sendiri dikenal sebagai ustazah yang juga guru mengaji di rumahnya. "Baik mereka sekeluarga. Uni Zahra ini guru ngaji."

Isak tangis pecah di rumah duka korban tewas kecelakaan mobil VS kereta api Sri Billah Utama, yang terjadi di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi pada Rabu (21/1/2026) kemarin. Keluarga dan kerabat yang datang ke rumah berwarna hijau dan pagar hitam tak kuasa membendung air matanya. Mereka bersalaman, berpelukan, seakan saling menguatkan atas kejadian tragis yang menewaskan sembilan orang, sekeluarga di Jalan Purwo, Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Di luar, puluhan warga, baik laki-laki maupun perempuan, tak henti-hentinya datang silih berganti. Peristiwa yang merenggut sembilan nyawa ini begitu mengejutkan dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Hari yang diawali dengan datang ke pesta ke kerabat yang mengadakan hajatan, berubah menjadi peristiwa tragis.

Adapun korban dibawa ke tiga rumah duka yang berbeda, yakni di Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Medan Marelan, dan Kecamatan Tanjung Morawa. Untuk di Deli Tua, korbannya adalah Zahara (80) dan kedua anaknya Zaitun dan Daratul Laila, serta seorang anak usia 7 tahun, anak dari Laila. Mereka disemayamkan dalam satu rumah dan dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumah.

Kepala Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Juliadi mengatakan, awalnya ia mendapat kabar kalau warganya jadi korban tewas kecelakaan antara mobil dan kereta api di Tebingtinggi. Supaya memastikan, ia datang ke rumah korban dan ternyata benar warganya. Untuk korban, sebenarnya ada enam orang warganya yang tewas. Namun untuk dua lagi, yakni Rizal dan istrinya Risnawati, dibawa ke Kecamatan Tanjung Morawa.

"Yang menjadi korban kecelakaan adalah warga kami enam orang. Ada dua yang dikebumikan di Tanjung Morawa," kata Juliadi, Kamis (22/1/2026). Juliadi mengungkapkan, peristiwa tragis merenggut nyawa ini bermula pada Rabu 21 Januari lalu, ketika empat korban bersama lima orang lainnya berangkat ke wilayah Kabupaten Batu Bara untuk menghadiri acara keluarganya. Mereka menumpangi mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP, yang dikemudikan korban bernama Abdul Kadir Al Zailani. Sepulang dari Batu Bara, mereka hendak singgah ke Kota Tebingtinggi, menjenguk adik dari Zahara. Namun, belum sampai ke lokasi, mobil yang mereka tumpangi tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang, sekira pukul 18:30 WIB. Akibatnya, sembilan orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan di rumah sakit akibat luka yang dialaminya.

"Almarhum pergi ke tempat acara keluarga, kemudian pulangnya mau ke rumah keluarga yang sakit."

Post a Comment Blogger

 
Top